Tuesday, March 22, 2016

diharap/mengisi

hari itu, di bawah riuh panah matahari yang tak sengaja jatuh:
aksi bingar menentang malam yang terlalu terang
aku dikirim pagi untuk menelentang di atas jalanan

kepalaku menanti basah dalam ritual rindu ditinggal seminggu
jasadmu lewat di jendelaku membawa kabar baru yang seperti biasa lucu
kata-kata ditunggu pada kelas malam yang disiarkan lewat selebaran
air mata menjadi titik di tiap akhir kalimat, mengisi sungai-sungai kering dalam jagat

kau menjelma detak menjadi gilir dalam nadi
aku mengirim pagi untuk membaca suratmu dalam ruang nyali

No comments:

Post a Comment